Mengatasi Ketakutan Tidak Biasa pada Anak
:strip_icc():format(webp)/hb-article/PtZls6fkP9ZA8emkjfTm-/original/408mengatasi-ketakutan-tidak-biasa-pada-anak-by-hananekostudio-shutterstock.jpg)
Anindita Budhi T., S.Psi
Ketakutan tidak biasa yang dialami Si Kecil bukan perkara sepele, begini cara mengatasinya.
Si Kecil takut gelap, suara petir, atau binatang terdengar wajar. Namun, saat Mama menyadari ia punya ketakutan tidak biasa pada hal-hal yang tak seharusnya membuat takut, tentu membingungkan. Misalnya, Si Kecil takut air, takut bermain di kolam renang, takut suara vacuum cleaner, takut suara mesin pemotong rumput, dan takut minum obat.
Ketika sesuatu yang ia takuti sering ditemui sehari-hari, tentu Mama perlu berpikir bagaimana cara mengatasi ketakutan tidak biasa ini. Lawrence Cohen, penulis buku The Opposite of Worry: The Playful Parenting Approach to Childhood Anxieties and Fears menyampaikan beberapa cara yang bisa membantu Si Kecil mengatasi kecemasan dan ketakutannya. Yuk, simak penjelasan berikut!
- Memvalidasi ketakutan Si Kecil untuk mengenali emosi yang dirasakan
Cohen menyampaikan pentingnya memvalidasi ketakutan anak, sekalipun sumber rasa takut itu terlihat remeh. Membantu Si Kecil mengakui bahwa benar ia takut, tanpa menghakiminya, akan membantu Si Kecil mengenali emosi yang ia rasakan saat itu. Contoh, “Mama tahu kamu nggak suka suara mesin potong rumput itu. Suara itu memang terlalu keras ya?”
- Tunjukkan bahwa semua baik-baik saja
Setelah memvalidasi perasaan Si Kecil, Mama perlu menunjukkan bahwa Mama sendiri tidak takut akan hal itu. Kalau Mama berkata ia seharusnya tidak perlu takut, ini hanya akan membuat Si Kecil kesal. Sebaliknya, jika Mama berkata dengan penuh percaya diri bahwa itu bukan hal yang menakutkan, Si Kecil bisa mempercayainya secara perlahan. Misalnya, “Tapi sekarang coba lihat mata Mama, Mama nggak takut suara mesin itu kan?” Reaksi anak mungkin tetap sama, tetapi keyakinan Mama bisa membantunya lebih tenang.
- Pelukan selalu ampuh untuk menenangkan
Saat Si Kecil panik karena takut, kata-kata apapun tak akan bisa menghilangkan rasa takutnya dalam sekejap. Namun, pelukan selalu ampuh untuk menenangkan Si Kecil. Peluk Si Kecil selama mungkin, usap kepala dan punggungnya perlahan. Cara ini ampuh untuk menormalkan detakan jantungnya yang sempat meningkat atau menghangatkan tangannya yang dingin.
- Ajak Si Kecil menghadapi ketakutannya secara perlahan
Mama yang tahu kapan kira-kira Si Kecil siap untuk menghadapi sumber ketakutannya. Hal ini bisa terlihat dari respons Si Kecil selama ini. Jika intensitas rasa takut Si Kecil berkurang, itulah saat tepat untuk menghadapi apa yang ia takuti. Namun, lakukan secara perlahan, jangan langsung membanjirinya dengan sumber ketakutan itu.
Contoh, ketika ada suara mesin potong rumput, setelah Mama melakukan langkah nomor 1 hingga 3, ajak Si Kecil mengintip bagaimana cara kerja orang yang mengoperasikan mesin potong rumput tersebut. Bahas juga apa yang terjadi sebelum dan sesudah mesin itu bekerja. Jadi, Si Kecil tahu bahwa mesin itu punya “tugas” untuk membuat halaman bersih dan rapi.
- Ubah pemikiran dan sesuaikan dengan kondisi terbaru Si Kecil
Ketika rasa takut Si Kecil mulai berkurang atau menghilang sama sekali, Mama juga perlu mengubah pemikiran terkait hal tersebut. Sesuaikan dengan kondisi terbaru Si Kecil. Berhati-hatilah agar Mama tidak mengungkit Si Kecil pada ketakutannya yang lama. Salah-salah, Mama malah meragukan keberanian Si Kecil mengatasi rasa takut itu dan meruntuhkan rasa percaya dirinya yang baru.
Itulah 5 tips mengatasi ketakutan tidak biasa pada Si Kecil. Mama bisa mendampinginya untuk menghadapi rasa takut tersebut dengan menerapkan strategi tepat. Ingatlah bahwa mengatasi rasa takut butuh proses. Maka, jangan tergesa-gesa dan amati terus bagaimana respons anak.
Namun, ketika segala cara sudah Mama coba, tetapi tidak ada perubahan signifikan dan rasa takut itu mulai mengganggu aktivitas harian Si Kecil, jangan ragu untuk cari bantuan tenaga profesional seperti psikolog. Semoga berhasil ya, Ma! (ABT)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
