Memulai Kebiasaan Makan Sehat Sejak Dini
:strip_icc():format(webp)/hb-article/dpnb6ZcGTKd7iYPcrkLER/original/406memulai-kebiasaan-makan-sehat-sejak-dini-by-andy-lim-shutterstock.jpg)
dr. Indria Sari
Seiring dengan pertambahan usianya, kebutuhan energi dan nutrisi Si Kecil pun semakin bertambah. Menurut WHO (World Health Organization), setelah usia 6 bulan ASI saja tidak lagi dapat mencukupi kebutuhan tersebut sehingga Si Kecil perlu mendapatkan makanan tambahan berupa MPASI (Makanan Pendamping ASI) hingga usia 24 bulan. Selain masa yang krusial dalam pemenuhan kebutuhan energi dan nutrisi Si Kecil, menurut AAP (American Academy of Pediatrics) dan IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) periode pemberian MPASI merupakan masa yang penting untuk membangun kebiasaan makan yang baik hingga Si Kecil kelak dewasa. Berikut ialah hal-hal yang dapat Mama lakukan untuk mendukung kebiasaan makan sehat ini:
1. Pastikan Si Kecil sudah siap untuk memulai makan makanan padat. Hal ini penting karena apabila Si Kecil belum siap, ia akan kesulitan setiap kali waktu makan tiba. Adapun tanda-tanda bahwa Si Kecil sudah siap untuk makanan padat adalah sudah bisa duduk dan mengangkat kepala, terlihat tertarik dengan makanan (kadang mencoba mengambil makanan Mama), terlihat masih lapar meski telah menyusu, serta tidak lagi secara otomatis melepeh makanan yang masuk ke mulutnya.
2. ASI tetap diberikan karena masih merupakan sumber energi dan nutrisi yang penting bagi Si Kecil selama periode MPASI.
3. Apabila Mama hendak memberi Si Kecil minuman, sebisa mungkin selalu berikan air putih. Hindari minuman bergula atau bahkan jus yang 100% berasal dari buah-buahan karena dapat menjadi sumber kalori yang tidak perlu dan merusak gigi.
4. Berikan makanan dengan porsi dan tekstur yang sesuai dengan kebutuhan dan usianya. Ingatlah untuk selalu memerhatikan tanda lapar dan kenyang dari Si Kecil ya, Ma! Apabila ia terlihat sudah kenyang (menutup mulut, menggeleng, atau menjauhkan mulutnya dari makanan), jangan dipaksa.
5. Berikan buah-buahan dan sayuran pada tiap jadwal makan besar dan sebagai selingan.
6. Kenalkan dengan berbagai macam variasi makanan untuk mencegahnya menjadi pemilih makanan. Terkadang Si Kecil tidak langsung menyukai satu jenis makanan tertentu, namun apabila Mama konsisten mengenalkan makanan tersebut, lama-kelamaan ia akan terbiasa meski kadang dapat membutuhkan 10-15 kali percobaan.
Dalam perjalanannya terkadang tidak mudah dalam membangun kebiasaan makan yang baik ini. Adalah wajar apabila sewaktu-waktu Mama merasa kesulitan bahkan frustrasi dalam prosesnya. Mama tidak perlu khawatir, dan teruslah konsisten. Ingatlah bahwa Si Kecil membutuhkan waktu dan kesabaran Mama untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya yang optimal. Selamat memulai kebiasaan makanan sehat ya, Ma! (IS)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
