Artikel/Pasca Kehamilan/Kelekatan yang Aman Pondasi bagi Perkembangan yang Optimal

Kelekatan yang Aman Pondasi bagi Perkembangan yang Optimal

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 29 Maret 2021
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Kelekatan merupakan ikatan (bonding) yang secara natural pasti terbentuk pada bayi, selama ada seseorang yang hadir sebagai figur lekat, bahkan pada anak yang mendapatkan perlakuan yang buruk pun kelekatan tetap terbentuk. Meskipun demikian, hanya kelekatan yang amanlah (secure attachment) yang akan menjadi fondasi bagi anak untuk berkembang optimal baik dari segi intelektual, sosial, dan emosional.
kelekatan-yang-aman-pondasi-bagi-perkembangan-yang-optimal

Paskalia M. Lumban Batu, S.Psi., M.Psi., Psikolog Anak

Kelekatan merupakan ikatan (bonding) yang secara natural pasti terbentuk pada bayi, selama ada seseorang yang hadir sebagai figur lekat, bahkan pada anak yang mendapatkan perlakuan yang buruk pun kelekatan tetap terbentuk. Meskipun demikian, hanya kelekatan yang amanlah (secure attachment) yang akan menjadi fondasi bagi anak untuk berkembang optimal baik dari segi intelektual, sosial, dan emosional. Bayi yang memiliki kelekatan yang aman akan tumbuh menjadi anak yang berani mengeksplorasi lingkungan, percaya diri, mandiri, serta menjalin relasi yang sehat pula dengan orang-orang di sekitarnya.  Sebaliknya kelekatan yang tidak aman akan menyebabkan anak menjadi terlalu menempel (clingy) atau mengabaikan figur lekat dan lingkungannya. 

Dalam membentuk kelekatan yang aman, setiap mama, baik bekerja ataupun di rumah, memiliki tantangannya masing-masing serta memiliki peluang yang sama untuk mampu membangun kelekatan yang aman dengan Si Kecil. Berikut hal-hal yang dapat diperhatikan dalam membangun kelekatan yang aman dengan Si Kecil:

Kunci dari membentuk kelekatan yang aman adalah ketepatan waktu (timing) dan efektivitas ekspresi/reaksi orang tua dalam memenuhi kebutuhan Si Kecil.

Bayi membutuhkan figur lekat yang “hadir” (mindful) baik secara fisik, pikiran, dan emosional. Pada usia bayi, orang tua (pengasuh utama) diharapkan sigap dalam membaca sinyal tangisan bayi, apakah karena lapar, buang air, ataukah ingin digendong. Semakin sering orang tua mampu memenuhi kebutuhan dengan tepat dan cepat, bayi akan merasa dipahami, terlindungi, dan terkoneksi secara emosional dengan orang tua. Oleh sebab itu, pada usia bayi sangatlah penting untuk segera berusaha menenangkan bayi ketika menangis. Menggendong bayi setiap kali ia menangis akan membuatnya manja adalah mitos yang dapat menghalangi terbentuknya kelekatan yang positif. Berdasarkan penelitian, bayi yang selalu segera ditenangkan dan digendong ketika merasa tidak nyaman akan tumbuh menjadi anak yang lebih kooperatif dan jarang menangis kelak. 

 

Bayi perlu menjalin ikatan dengan figur lekat yang sama

Pada kondisi Mama bekerja, keluarga dapat berusaha untuk mempersiapkan seseorang yang dapat menjadi figur lekat Si Kecil ketika Mama sedang bekerja. Kelekatan terbentuk dari interaksi yang berulang-ulang dengan orang dewasa yang sama. Oleh sebab itu, perlu diusahakan untuk tidak sering berganti pengasuh, dan memilih pengasuh yang responsif pada Si Kecil, bukan hanya sebagai penyuplai nutrisi, namun merawat dan mau berinteraksi atau bermain dengan Si Kecil. Mama dapat menyediakan beberapa media stimulasi seperti buku dan mainan bayi, dan mengajarkan cara menggunakannya. Selain itu, sangatlah penting mencari pengasuh yang bersedia tidak menggunakan gadget (televisi dan handphone) selama bersama Si Kecil, karena pada usia 2 tahun pertama Si Kecil sangat tidak disarankan mendapat paparan gadget

Setelah Mama pulang, sebaikya pengasuhan Si Kecil secara menyeluruh kembali pada Mama. Mama sebaiknya mengatur waktu agar tetap dapat memandikan Si Kecil, memberi makan (baik menyusui langsung ataupun dengan botol), memijat, menggendong, membacakan buku, dan bermain dengan Si Kecil. Interaksi-interaksi yang hangat dan sesuai kebutuhan Si Kecil akan memperkuat ikatan emosional baik pada Mama maupun Si Kecil. Selain itu, setelah berpisah sangat lama dengan Mama, Si Kecil membutuhkan waktu untuk kembali terkoneksi dengan Mama, sehingga saat Mama pulang dan bertemu Si Kecil, pastikan Mama sudah siap sepenuhnya bagi Si Kecil.

Demikian tips dalam membangun kelekatan aman dengan Si Kecil, semoga kita mampu mewariskan kelekatan yang aman bagi anak dan cucu kita kelak. (PM)

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image