Kelas Bayi Sedang Tren, Harus Ikut atau Tidak?
:strip_icc():format(webp)/hb-article/GlIm6e9VbTpk_S8eFLEne/original/407kelas-bayi-sedang-tren-harus-ikut-atau-tidak-by-hananekostudio-shutterstock.jpg)
Anindita Budhi T., S.Psi
Kelas bayi sedang tren di kalangan orang tua urban. Pertanyaannya, apakah Si Kecil harus mengikuti kelas tersebut?
Kelas untuk bayi sedang tren di kalangan orang tua urban. Kesadaran orang tua masa kini memantau tumbuh kembang anaknya patut diapresiasi. Apalagi, usia 1 hingga 5 tahun merupakan masa emas perkembangan anak. Maka, pada rentang usia ini anak perlu mendapat stimulasi semaksimal mungkin. Ibarat spons yang menyerap air, otak anak menyerap semua informasi yang ia terima.
Kelas bayi menjadi salah satu cara yang bisa Mama tempuh untuk memberikan stimulasi perkembangan anak. Tujuan kelas ini sebetulnya pun jelas, yaitu melatih keterampilan Si Kecil dengan stimulasi sesuai usianya, antara lain melatih keterampilan sensori dan motorik dan melatih keterampilan bersosialisasi.
Namun, apakah Mama harus mengikutkan Si Kecil pada kelas bayi ini? Berikut beberapa hal yang bisa Mama pertimbangkan.
- Pantau lebih dulu tumbuh kembang Si Kecil
Sebelum Mama merasa perlu memasukkan Si Kecil ke kelas bayi, pantau lebih dulu bagaimana tumbuh kembangnya sejauh ini. Jika perlu, konsultasikan ke Dokter Spesialis Anak atau Psikolog Anak. Cek keterampilan apa saja yang sudah ia kuasai dan belum kuasai. Dengan demikian, Mama juga memahami kebutuhan Si Kecil, apakah betul-betul perlu mengikuti kelas rutin atau cukup dilatih di rumah.
- Ikuti free trial kelas bayi
Banyak kelas bayi menawarkan sesi free trial yang bisa Mama manfaatkan. Ketika mengajak Si Kecil menghadiri kelas bayi, amati bagaimana respons Si Kecil. Apakah ia menunjukkan rasa tertarik, bisakah mengikuti kegiatan, hingga reaksi Si Kecil saat bertemu tutor/pengajar maupun teman sebayanya.
Perhatikan bagaimana pengelola kelas bayi menyelenggarakan kelas ini. Sekalipun hanya free trial, pengelola yang tanggap akan menyambut Mama dengan baik serta menanyakan bagaimana kesan dan respons Si Kecil. Amati juga bagaimana cara para pengajar memberikan materi dan membimbing murid-murid kecilnya.
- Cari tahu materi yang disajikan
Ingat bahwa kelas bayi bertujuan menstimulasi keterampilan sensori motorik dan bersosialisasi anak dengan permainan. Bagaimana pengelola kelas bayi memberikan materi sesuai usia dan tumbuh kembang anak menjadi salah satu aspek yang harus Mama catat dan teliti, termasuk laporan perkembangan anak.
- Bisa dilakukan sendiri di rumah
Kalau Mama memperhatikan materi kelas bayi, sebetulnya bisa lho Mama lakukan sendiri di rumah. Tidak usah membeli perlengkapan mahal seperti kelas bayi, cukup pakai apa yang ada di rumah. Misalnya, untuk menstimulasi Si Kecil berjalan, jika tidak punya push walker, bisa memakai kursi. Keuntungannya, bermain sambil belajar bersama Mama di rumah bisa meningkatkan bonding Mama dan Si Kecil, sekaligus hemat waktu, uang, dan tenaga.
- Harga per sesi tidak murah
Meski hanya kelas main-main, harga per sesi tidak murah. Mama pasti sadar akan faktor harga ini. Pertimbangkan masak-masak soal harga, apakah cocok dengan kantong Mama dan Papa. Kalau tidak cocok, ya jangan dipaksakan. Lebih baik dana yang ada ditabung untuk menyekolahkan anak di TK atau SD nanti.
Jadi, apakah Si Kecil harus ikut kelas bayi? Jawabannya ada di tangan Mama. Jangan sampai hanya karena sedang tren Mama memaksakan diri dan Si Kecil mengikuti kelas bayi. Selama Mama tahu Si Kecil on track di periode tumbuh kembangnya, menstimulasinya sendiri di rumah berbekal informasi dari ahli terpercaya boleh-boleh saja lho. Setuju? (ABT)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
