Bepergian Bersama Balita
:strip_icc():format(webp)/hb-article/rbc3Ty_2Fvdr725WKHo_M/original/45784.jpg)
dr. Indira Dewi Iriani
Bagaimana rasanya bepergian bersama Si Kecil yang sekarang sudah berada di usia balita? Inginnya tetap menyenangkan ya Ma, namun terbayang “repotnya” nanti menjaga Si Kecil, apakah mereka akan bosan selama di perjalanan? Tentunya kita perlu membuat rencana yang matang sebelum berangkat Ma.
Sebaiknya perlengkapan yang dibawa sesimpel mungkin saja Ma. Hitungan persediaan sebanyak satu hari dimasukkan ke dalam tas, dan diisi dengan mainan, selimut, cemilan, susu, hand sanitizer, kantong plastik, baju ganti anak, dan popok serta tisu basah kalau Si Kecil masih menggunakan popok. Jangan lupa bawa kain gendongan atau stroller yang biasa digunakan. Sisanya dimasukkan ke dalam koper saja.
Mama perlu mengondisikan saat bepergian dengan rutinitas tidur Si Kecil. Pakaikan baju tidur yang nyaman untuknya, terutama untuk perjalanan jauh. Perhatikan juga waktu makannya ya Ma, jangan sampai kita telat memberi makan Si Kecil. Bila Mama rasa waktu makan akan mundur pada saat bepergian, lebih baik Mama beri makan lebih awal saja. Perut yang kenyang akan membuat mereka menjadi lebih tenang.
Persiapkan pula hiburan Si Kecil untuk selama di perjalanan. Bawalah mainan favorit dia, dan persiapkan juga buku, krayon, musik, atau video favorit. Beri hiburan tersebut ke mereka satu per satu ya Ma, jangan sekaligus.
Bila Mama bepergian dengan pesawat terbang, pastikan peraturan apa saja yang berlaku di airlines yang Mama gunakan. Kalau membawa stroller, tanyalah kepada petugas apakah stroller boleh digunakan sampai di pintu pesawat untuk kemudian disimpan di bagasi kabin, dan diambil kembali setelah turun dari pesawat. Jangan lupa membawa identitas anak seperti paspor, akte kelahiran, atau kartu keluarga.
Pada saat pesawat take-off dan landing, Mama bisa memberi susu, permen, atau cemilan kepada Si Kecil. Gerakan menelan bisa membuka saluran tuba eustachius di telinga. Kalau Si Kecil masih senang dipangku, petugas kabin juga akan menyiapkan seatbelt khusus tersambung dengan seatbelt Mama. Sedangkan kalau mereka sudah bersedia duduk sendiri, pastikan seatbelt mereka sudah terpasang dengan benar ya Ma. Mama bisa sesekali mengajak berjalan Si Kecil di lorong kabin untuk menghindari kebosanan.
Bila Mama bepergian menggunakan mobil, pastikan mobil layak jalan. Gunakanlah selalu carseat untuk keamanan Si Kecil. Setiap dua jam sekali, Mama harus berhenti untuk istirahat. Waktu istirahat ini juga berguna untuk Si Kecil keluar dari carseat dan menyegarkan diri. Sebaiknya pilihlah rute yang memungkinkan untuk lebih banyak tersedia bantuan seperti pom bensin, rumah makan, dan bengkel.
Bepergian menggunakan kereta api harus memerhatikan jadwal naik dan turun kereta supaya Mama bisa mempersiapkan diri dan barang bawaan. Simpanlah koper di rak atas, dan tas perlengkapan di bawah. Mama bisa mengajak Si Kecil berjalan di lorong gerbong supaya mereka tidak bosan.
Itulah beberapa tips untuk Mama bepergian bersama balita. Yang terpenting, jangan memaksakan diri ya, Ma, apalagi kalau Si Kecil mengalami jet lag, yaitu perubahan waktu tidur dan beraktivitas. Usahakan supaya aktivitas dan waktu tidur disesuaikan dengan rutinitas Si Kecil ya Ma. Kalau Papa juga ikut, Mama bisa bergantian menjaga Si Kecil. Pada akhirnya, tetaplah bersenang hati. Happy travelling Ma! (IDI)





:strip_icc():format(webp)/hb-article/o7jCGocZocavUFWpZEDx4/original/349apakah-asi-mama-cukup-untuk-si-kecil-by-buritora-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/r4I9cSAfdyIP6TxoGimD3/original/350peran-ayah-saat-ibu-berisitirahat-pasca-melahirkan-by-paulaphoto-shutterstock.jpg)
:strip_icc():format(webp)/hb-article/j90O2i5oTBWo6UpkmCHAh/original/346bagaimana-mengetahui-apakah-bayi-cukup-asi-by-atstock-productions-shutterstock.jpg)
