Artikel/Pasca Kehamilan/Balita Nempel Terus, Apa yang Bisa Dilakukan?

Balita Nempel Terus, Apa yang Bisa Dilakukan?

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 29 Maret 2021
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Ada masanya balita terus-terusan menempel pada Anda seolah tak mau lepas. Jika ini terjadi, apa yang bisa Anda lakukan?
balita-nempel-terus-apa-yang-bisa-dilakukan

Anindita Budhi T., S.Psi

Ada masanya ketika balita terus-terusan menempel pada Mama seolah tidak mau lepas. Ke mana pun Mama pergi, Si Kecil mengekor. Apa saja yang ia mau, harus Mama yang membantunya, bukan orang lain. 

Di satu sisi, Mama merasa jadi “pusat dunia” Si Kecil, tetapi di sisi lain Mama tidak bisa mengerjakan banyak hal dengan bebas. Mengapa hal ini bisa terjadi? Lalu, apa yang bisa Mama lakukan?

Penyebab Si Kecil menempel terus

Perlu Mama ingat, perilaku menempel terus pada balita atau clingy behavior ini normal. Setiap balita melewati fase demikian. Rata-rata anak mulai menampakkan perilaku itu pada usia 15 bulan. Seiring pertambahan usianya, perilaku menempel ke mana pun Mama pergi ini akan berkurang.

Penyebabnya bisa beragam. Namun, insting Si Kecil untuk melekat pada Mama sebetulnya berkaitan dengan responsnya pada situasi tertentu. Terutama saat Si Kecil merasa tidak nyaman akan suatu hal, misalnya berada di tempat asing, khawatir ditinggal sendirian, atau kehadiran adik baru. Si Kecil yang berperilaku demikian membutuhkan banyak perhatian Mama.

Apa yang bisa Mama lakukan?

Pertama, camkan bahwa merespons perilaku Si Kecil yang suka menempel ini bukan berarti Mama memanjakan dia. Justru respons yang tepat akan membantu menumbuhkan kelekatan yang aman (secure attachment). 

Lebih lanjut, Mama bisa melakukan beberapa hal berikut.

  • Validasi perasaannya, dengan mengatakan apa yang ia rasakan saat itu. Misalnya, “Kamu mau dekat-dekat Mama ya? Sini peluk-peluk bentar yuk. Habis itu, Mama boleh ke kamar mandi dulu ya.”

  • Mengabaikan perilakunya tidak membuat anak cepat mandiri. Justru terjadi sebaliknya. Semakin Mama mengabaikan perilakunya, semakin sering Si Kecil menunjukkan perilaku tersebut. Hal ini terjadi karena saat Si Kecil ingin dekat Mama dan keinginan itu tidak terpenuhi, ia merasa takut, bingung, dan merasa kurang aman karena tidak ada figur lekat yang bisa ia andalkan.

  • Penuhi kebutuhan akan rasa aman Si Kecil sesering mungkin. Saat Si Kecil kewalahan akan hal-hal baru yang ditemui, Si Kecil akan selalu kembali pada Mama untuk mencari perlindungan dan pertolongan. Mama hanya perlu meresponsnya dengan cara memeluk, membantu Si Kecil mengakui emosinya, dan mencoba membicarakan situasi yang sedang berlangsung secara perlahan hingga ia tenang.

  • Bantu ia mengenali mana situasi yang aman dan tidak aman. Perkembangan otak Si Kecil belum matang sepenuhnya untuk mengenali mana situasi yang aman dan tidak aman, termasuk apakah itu nyata atau hanya imajinasinya belaka. Maka, rasa takut balita kadang terkesan janggal, seperti takut pada bayangan, suara mesin pemotong rumput, sapaan orang asing, hingga suara petir. Perilaku ini normal. Mama cukup memeluknya sejenak dan ajak ia bicara perlahan soal situasi yang tengah dihadapi.

  • Bangun rasa percaya Si Kecil pada Mama dengan merespons secara tepat. Mama adalah figur lekat paling penting dalam hidupnya. Saat Mama merespons perilakunya dengan tenang dan membantu Si Kecil memvalidasi perasaannya, Mama memberikan informasi yang dibutuhkan Si Kecil saat ia berada dalam situasi penuh ketidakpastian. 

 

Pada akhirnya, membangun kepercayaan Si Kecil pada Mama menjadi dasar dari proses tumbuh kembang anak di tahap berikut. Perilaku menempel terus menerus ini tidak berlangsung terus menerus kok. Ketika kebutuhan Si Kecil akan rasa percaya itu terpenuhi, Si Kecil merasa disayang dan dicintai, sehingga ia pun tumbuh sebagai anak percaya diri dan bahagia. (AB)

 

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image