Artikel/Pasca Kehamilan/Apakah Tangisan Bayi Ada Artinya?

Apakah Tangisan Bayi Ada Artinya?

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 29 Maret 2021
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Mama mungkin terkadang merasa bingung dan panik saat mendengar buah hati Mama menangis. Apalagi jika adik kecil menangis terus menerus, Mama rasanya ingin ikut menangis juga ya!
apakah-tangisan-bayi-ada-artinya

dr. Tammy Nurhardini

Mama mungkin terkadang merasa bingung dan panik saat mendengar Si Kecil Mama menangis. Apalagi jika adik kecil menangis terus menerus, Mama rasanya ingin ikut menangis juga ya!

 

Mama perlu ingat bahwa Si Kecil juga memiliki perasaan dan keinginan, sama seperti manusia dewasa. Perbedaannya adalah Si Kecil belum bisa berbicara, sehingga Si Kecil hanya bisa menangis untuk menyampaikan perasaan atau keinginannya. Pola tangisan bayi berbeda-beda, tergantung dari apa yang bayi rasakan. Mama dapat melihat pola tangisan Si Kecil, ditambah dengan petunjuk dari gerak-gerik Si Kecil, untuk mengetahui apa yang Si Kecil Mama inginkan.

 

Saat Si Kecil merasa lapar, tangisan Si Kecil terdengar bernada rendah, serta memiliki ritme teratur dan berulang. Sinyal lain yang dapat terlihat adalah refleks mulut Si Kecil yang mencari-cari puting, menghisap, atau memasukkan jarinya ke dalam mulut. Mama dapat mengatasi tangisan ‘lapar’ ini dengan segera menyusui Si Kecil Mama.

 

Jika Si Kecil mengantuk, maka tangisan Si Kecil akan terdengar terus menerus, bernada tinggi, dan seperti merengek. Sinyal lain yang dapat terlihat adalah menguap dan mengusap mata. Mama dapat mengatasi hal ini dengan cara membantu Si Kecil Mama untuk tidur, misalnya dengan mengayunkan Si Kecil atau dengan menyanyikan lagu.

 

Jika Si Kecil merasa tidak nyaman, misalnya karena popok bayi basah atau karena terganggu dengan suara atau pandangan di sekitarnya, maka Si Kecil akan tampak gelisah dan merengek. Si Kecil juga akan terlihat memalingkan kepalanya atau tubuhnya dari hal yang dirasakan mengganggu. Mama dapat meredakan tangisan jenis ini dengan cara mengatasi hal-hal yang membuat Si Kecil merasa tidak nyaman, misalnya dengan mengganti popok bayi, membawa Si Kecil ke lingkungan yang lebih tenang, atau menjauhkan Si Kecil dari suara, gerakan, pandangan, atau apapun yang dirasakan membuat Si Kecil merasa gelisah. Mama juga dapat mencoba memperdengarkan white noise (seperti suara kipas, hair dryer, atau vacuum cleaner) untuk membantu menenangkan Si Kecil.

 

Saat Si Kecil Mama mengalami nyeri perut atau kolik (akibat udara yang terperangkap di dalam perut), tangisan Si Kecil akan terdengar seperti menjerit atau berteriak. Hal ini juga disertai dengan gerakan tangan Si Kecil seperti memukul ke arah perut dan gerakan Si Kecil bayi yang menendang-nendang. Kolik biasanya terjadi pada sore atau malam hari dan dapat berlangsung hingga beberapa jam. Pada bayi usia 3-4 bulan, kejadian kolik akan lebih jarang terjadi dibandingkan dengan bayi baru lahir. Tangisan bayi yang mengalami kolik cukup sulit untuk ditenangkan. Mama dapat mencoba membuat Si Kecil sendawa dengan cara memposisikan bayi tengkurap di lengan mama dan menepuk-nepuk punggung Si Kecil dengan lembut.

 

Saat Mama sudah mencoba berbagai macam cara dan Si Kecil Mama tetap menangis, percayakan kepada insting Mama! Si Kecil Mama mungkin merasa sakit, kesepian, bosan, atau kedinginan. Apapun yang Si Kecil rasakan saat menangis, perhatian dan kasih sayang Mama adalah hal yang paling dibutuhkan oleh seorang bayi. Semangat ya, Ma! (TN)

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
15
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
Belum ada komentar.
Login atau daftar dulu yuk ma biar bisa komen

Login/daftar yuk Ma

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image