Artikel/Pasca Kehamilan/Apakah Peralatan Untuk Bayi Harus BPA-free?

Apakah Peralatan Untuk Bayi Harus BPA-free?

Tim Ahli Hallobumil | Diterbitkan pada 29 Maret 2021
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Bagikan
Facebook
Twitter
WhatsApp
copylink
Pada peralatan atau perlengkapan bayi, seringkali kita melihat tulisan BPA-free (bebas dari BPA) di label produknya.
apakah-peralatan-untuk-bayi-harus-bpa-free

dr. Indria Sari

Pada peralatan atau perlengkapan bayi, seringkali kita melihat tulisan BPA-free (bebas dari BPA) di label produknya.

Apa sebenarnya BPA? BPA atau bisphenol A adalah zat kimia yang banyak ditemukan pada bahan polikarbonat dan resin. Bahan polikarbonat ini terkandung di plastik bening yang sering digunakan untuk menyimpan makanan, minuman dan bahan konsumsi lainnya. Sedangkan resin digunakan sebagai bahan pelapis kaleng yang berfungsi untuk melindungi makanan dari kontak langsung dengan metal. Selain itu BPA juga ditemukan pada bahan sealant dan komposit untuk menambal gigi. Semua bahan-bahan tersebut telah digunakan secara luas oleh industri sejak tahun 1960.

Pada saat makanan atau minuman bersentuhan dengan kemasannya, terkadang sedikit komponen dari kemasan tersebut (misalnya BPA) dapat berpindah ke makanan dan ikut termakan tanpa sengaja, loh Ma. Lantas, seberapa bahaya dampaknya terhadap kesehatan Si Kecil? Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa paparan terhadap BPA dapat menimbulkan masalah kesehatan pada otak dan kelenjar prostat janin, bayi dan anak-anak.  Disebutkan pula bahwa BPA dapat mempengaruhi perilaku pada anak-anak, dan mungkin dapat meningkatkan tekanan darah. Kekhawatiran terhadap penggunaan BPA ini kemudian membuat penelitian mengenai hal ini terus dikembangkan.

Tahun 2014, FDA (Food and Drugs Administration) di Amerika Serikat mengeluarkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa BPA yang ikut termakan bersama makanan aman untuk kesehatan karena jumlahnya sedikit. Rekomendasi ini merupakan hasil dari ulasan terhadap ratusan studi. Dari ulasan tersebut, FDA menemukan beberapa hal tentang metabolisme BPA yang dapat menjelaskan hasil yang berbeda dari penelitian terdahulu:

1. Pada eksperimen dengan tikus, saat BPA dikonsumsi secara oral, jumlah BPA yang ditransfer ke janin sangat rendah sehingga tidak terukur. Padahal tikus mendapat dosis BPA 100-1000 kali lebih tinggi daripada dosis BPA yang ikut termakan oleh manusia.

2. Pada saat termakan, BPA langsung dimetabolisme oleh tubuh sehingga menjadi tidak aktif.

3. Ditemukan bahwa primata (termasuk manusia) memetabolisme dan mengeluarkan BPA lebih cepat serta lebih efisien daripada rodensia (tikus).

4. Paparan terhadap BPA yang masuk melalui oral diprediksikan kurang dari 1% dari keseluruhan jumlah BPA yang termakan.

5. Berdasarkan studi terbaru pada tikus, untuk mengetahui efek BPA secara luas termasuk terhadap prostat, kelenjar susu, perubahan metabolic, dan kardiovaskuler, hasil menunjukkan bahwa BPA tidak memiliki efek apabila dikonsumsi dalam dosis rendah.

Meski demikian, FDA terus melanjutkan dan mendukung penelitian terhadap BPA ini, termasuk penelitian terhadap efek konsumsi BPA dalam dosis rendah. Apabila Mama masih merasa khawatir terhadap penggunaan BPA, Mama dapat melakukan beberapa hal berikut seperti menggunakan produk bertanda BPA-free, mengurangi penggunaan kaleng, menghindari me-microwave wadah yang terbuat dari plastik, serta menggunakan alternatif lain sebagai wadah penyimpan makanan dan minuman seperti kaca dan stainless steel. (IS) 

Jadilah orang tua super! Panduan 1000 Hari Pertama Kehidupan si kecil ada di sini. GRATIS.
image
image
image
image
15
2
Bagikan
Facebook
Twitter
WA
PN

coba

  • 0
Admin MIMA

coba ku bales

  • 0
PN

niceinfo!

  • 0
Admin MIMA

thank you moms

  • 0

Tumbuh Bersama di 1000 Hari Pertama Si Kecil

Komunitas hangat untuk dapatkan tips, cerita inspiratif, dan teman baru pada 1000 hari pertama si kecil bersama Hallobumil
image