Artikel/Pra Kehamilan/Pengaruh Stres Pada Siklus Menstruasi

Pengaruh Stres pada Siklus Menstruasi

Diterbitkan pada 01 Desember 2021
Ada beberapa faktor yang menyebabkan siklus menstruasi terganggu. Salah satunya adalah stres. Bagaimana stres bisa berpengaruh terhadap siklus menstruasi? Ini penjelasannya.
pengaruh-stres-pada-siklus-menstruasi

Penulis: Anindita Budhi, S. Psi

Setelah Mama melahirkan dan kembali menstruasi, kadang muncul perubahan pada siklus bulanan ini. Bahkan, ada pula waktu ketika Mama tidak mengalami menstruasi sama sekali pada satu bulan. Situasi demikian tentu bisa membuat Mama cemas dan bingung, antara hamil lagi atau ada penyebab lain.

Faktanya, banyak faktor yang bisa menyebabkan siklus menstruasi terganggu. Salah satu yang paling sering dikeluhkan adalah stres. Bagaimana stres bisa berdampak pada tamu bulanan Mama? Mari simak penjelasan berikut.

 

Cara Stres Mempengaruhi Siklus Menstruasi

Dalam otak perempuan terdapat hipotalamus yang berperan mengontrol menstruasi. Bagian ini peka terhadap faktor-faktor eksternal, seperti tidur, olahraga, hingga stres. Saat hipotalamus bekerja dengan baik, otak akan merilis zat yang menstimulasi kelenjar pituitari sehingga indung telur Mama melepas hormon estrogen dan progesteron yang memicu haid.

Namun, dalam kondisi stres, kandungan hormon kortisol dalam tubuh meningkat. Keberadaan hormon ini membuat interaksi antara hipotalamus, pituitari, dan indung telur berantakan. Hasilnya, siklus menstruasi Mama pun ikut kacau.

Saat mengalami stres, tubuh memang memproduksi kortisol. Namun, dampaknya bisa berbeda tergantung pada bagaimana tubuh Mama menoleransi tingkat stres tersebut. Berikut bagaimana dampak stres pada siklus menstruasi, yang bisa dialami berbeda oleh setiap perempuan:

  • Ovulasi tertunda karena stres membuat stimulasi hormon terganggu dan indung telur tidak bisa merilis hormon tersebut. Akhirnya, jadwal menstruasi tidak sama dengan bulan lalu atau tidak bisa diprediksikan kapan akan menstruasi.
  • Siklus menstruasi yang lebih panjang dari biasanya. Pada sebagian perempuan, stres malah membuat haid lebih lama dan frekuensinya juga lebih banyak. 
  • Tidak menstruasi sama sekali (dikenal dengan istilah amenorrhea). Hal ini lazim terjadi ketika Mama kehilangan selera makan sebagai dampak stres atau rasa cemas. 
  • PMS yang dirasakan semakin memburuk. Hormon naik turun dan mood swings jelas bukan kondisi menyenangkan. Namun, jika PMS yang Mama rasakan semakin parah, ada kemungkinan stres menjadi penyebab utama.

 

Tips Menangani Stres Agar Siklus Menstruasi Kembali Normal

Keberadaan hormon estrogen dan progesteron bukan cuma berperan penting dalam siklus menstruasi. Kedua hormon ini juga bertugas menjaga mood tetap stabil, memastikan kesehatan tulang, dan menjaga kesehatan jantung. 

Maka, Mama disarankan segera bertemu dokter kandungan jika siklus menstruasi tidak teratur dalam tiga bulan terakhir. Apalagi, jika kehamilan bukan penyebab siklus menstruasi Mama berhenti atau tidak tidak teratur. 

Sementara itu, stres memang tidak bisa dihindari dan selalu jadi bagian dari keseharian kita. Namun, Mama bisa mengelola stres agar tubuh tetap bugar dan kesehatan mental terjaga. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

 

  • Sayangi diri sendiri dengan memberi self-reward setiap selesai bekerja. Sekadar coklat, es krim, atau makanan favorit Mama pun cukup untuk menangani stres secara efektif. 
  • Rutin berolahraga karena membakar kalori adalah cara terbaik melepas stres. Selain itu, olahraga juga membantu tekanan darah dan kadar kolesterol stabil, serta mencegah penyakit jantung dan stroke. 
  • Istirahat cukup. Jadwal tidur yang berantakan kerap jadi tanda pertama stres itu hadir. Padahal, tubuh Mama butuh waktu cukup untuk “reboot” layaknya komputer. Pastikan Mama benar-benar cukup tidur setiap harinya, hindari kafein berlebih, kurangi screen time sebelum tidur, dan pastikan istirahat pada waktu sama setiap malam.
  • Hubungi psikolog atau konselor saat Mama merasa mulai kewalahan menangani stres dan rasa cemas. Terlebih jika sudah mengganggu aktivitas Mama sehari-hari. Jangan tunda lagi, datangi psikolog untuk membantu Mama mengelola stres dengan baik.

 

Stres hanyalah satu dari sekian banyak penyebab haid yang tidak teratur. Menangani stres secara tepat akan meningkatkan kualitas hidup Mama, yang berarti membuat siklus menstruasi datang tepat waktu. Bisa dibilang, siklus menstruasi yang teratur merepresentasikan kesehatan ginekologis Mama. 

Jadi, jangan pandang remeh masalah kesehatan mental sekecil apa pun ya, Ma!

Baca lewat aplikasi lebih mudah loh, Ma
Dari artikel kehamilan hingga parenting, semua ada di aplikasi Hallo Bumil. Yuk, Download Ma
0
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA

Saling Dukung dan Berbagi Cerita di Komunitas Program Hamil

Gabung komunitas Hallobumil dan temukan support, edukasi dan inspirasi di setiap langkah perjuanganmu
image