Artikel/Pra Kehamilan/Pilihan Jamu Kesuburan Pria Dan Tips Memilih Yang Aman

Pilihan Jamu Kesuburan Pria dan Tips Memilih yang Aman

Siti Nurmayani Putri | Diterbitkan pada 07 Agustus 2025
Ditinjau oleh Tim Ahli Hallobumil
Jamu tradisional sering menjadi pilihan untuk mendukung kesuburan. Artikel ini membahas bahan-bahan herbal yang dipercaya bermanfaat serta memberikan panduan cara memilih jamu yang aman dan terdaftar.
pilihan-jamu-kesuburan-pria-dan-tips-memilih-yang-aman

Berbagai faktor bisa memengaruhi kesuburan pria, salah satunya adalah gaya hidup dan asupan nutrisi. Untuk mendukung program kehamilan, tak sedikit pria yang melirik jamu penyubur sperma tradisional sebagai langkah alami. Ramuan seperti purwaceng untuk promil, pasak bumi, hingga jahe merah dipercaya membantu meningkatkan vitalitas dan kualitas sperma. Yuk, pelajari lebih lanjut di artikel ini.

Pilihan Jamu Populer untuk Kesuburan Pria

Mengonsumsi jamu atau ramuan herbal sebagai bagian dari ikhtiar promil menjadi pilihan banyak pria karena sifatnya yang alami, relatif aman, dan telah digunakan secara turun-temurun. Berikut ini beberapa jamu kesuburan pria yang paling dikenal:

1. Purwaceng (Pimpinella pruatjan)

Purwaceng sering disebut sebagai "ginseng-nya Indonesia". Tanaman ini tumbuh di dataran tinggi Dieng dan dikenal sebagai afrodisiak alami. Dalam dunia pengobatan tradisional Jawa, purwaceng digunakan untuk meningkatkan gairah seksual, stamina, serta memperbaiki kualitas dan kuantitas sperma.

Komponen aktif dalam purwaceng meliputi saponin, flavonoid, dan alkaloid yang mampu meningkatkan produksi hormon testosteron dan memperlancar sirkulasi darah ke organ reproduksi pria. Purwaceng juga telah dimasukkan ke dalam berbagai formulasi jamu modern dan suplemen promil pria yang terdaftar BPOM.

2. Pasak bumi (Eurycoma longifolia / Tongkat ali)

Ramuan ini dikenal luas di Asia Tenggara sebagai peningkat libido dan kadar testosteron alami, lho, Pa. Pasak bumi mengandung quassinoid, eurypeptide, dan alkaloid yang berperan dalam merangsang produksi hormon luteinizing dan testosteron.

Penelitian dari Journal of Evidence-Based Complementary & Alternative Medicine menunjukkan bahwa konsumsi pasak bumi selama 1 bulan mampu meningkatkan jumlah sperma, motilitas, dan kadar testosteron pria yang semula rendah. Pasak bumi biasanya dikonsumsi dalam bentuk serbuk, ekstrak, atau kapsul. Banyak produk suplemen kesuburan pria menggabungkannya dengan purwaceng untuk efek sinergis.

3. Ginseng Jawa (Talinum paniculatum)

Berbeda dengan ginseng Korea, tanaman ini lebih mudah ditemukan di Indonesia. Ginseng Jawa mengandung saponin, talinone, dan senyawa aktif lainnya yang berperan sebagai antioksidan dan penstabil hormon. Dalam pengobatan tradisional, tanaman ini dipercaya memperbaiki stamina, mengatasi disfungsi seksual ringan, dan meningkatkan jumlah sperma.

4. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)

Lebih dikenal sebagai tanaman untuk hati dan pencernaan, temulawak ternyata juga berperan dalam mendukung kesuburan. Kandungan utama seperti kurkumin, xanthorrhizol, dan minyak atsiri bersifat anti-inflamasi dan antioksidan kuat. Zat ini membantu melawan stres oksidatif yang dapat merusak sel sperma dan mengganggu fungsi testis. Temulawak juga sering digunakan dalam kombinasi dengan jahe atau kunyit dalam bentuk jamu rebusan.

5. Meniran (Phyllanthus niruri)

Meniran tidak hanya dikenal sebagai tanaman yang membantu meningkatkan daya tahan tubuh, tetapi juga memiliki efek positif untuk sistem reproduksi pria. Mengandung lignan, flavonoid, dan fenolik, meniran bekerja sebagai pelindung organ reproduksi dari paparan radikal bebas.

6. Jinten hitam (Nigella sativa / Habbatussauda)

Sudah lama dikenal dalam pengobatan Timur Tengah, jinten hitam kaya akan senyawa thymoquinone yang memiliki efek antioksidan kuat. Dalam studi klinis, jinten hitam menunjukkan peningkatan signifikan terhadap motilitas dan konsentrasi sperma setelah dikonsumsi selama 3 bulan oleh pria infertil. Ramuan ini biasa dikonsumsi dalam bentuk minyak kapsul atau serbuk.

7. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum)

Jahe merah mengandung lebih banyak minyak atsiri dan senyawa aktif dibandingkan jahe biasa. Selain meningkatkan aliran darah ke organ intim, jahe merah juga dikenal bisa merangsang produksi testosteron dan memperbaiki kualitas sperma. Konsumsi jahe merah secara rutin juga dapat membantu Papa mengatasi masalah disfungsi ereksi ringan dan memperbaiki stamina seksual secara alami.

Tips Penting Memilih Jamu yang Aman dan Terpercaya

Walaupun jamu penyubur sperma tradisional dan ramuan herbal untuk kesuburan pria dikenal alami dan telah digunakan turun-temurun, bukan berarti semua produk di pasaran aman dikonsumsi. Ada beberapa hal penting yang perlu Papa dan Mama perhatikan sebelum memilih dan mengonsumsi jamu, apalagi jika tujuannya untuk mendukung promil secara serius. Berikut tips pentingnya:

1. Cek nomor registrasi BPOM

Langkah pertama dan paling krusial adalah memastikan bahwa jamu yang akan Papa konsumsi sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI). Registrasi BPOM menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui uji laboratorium, aman digunakan, dan tidak mengandung bahan berbahaya.

Beberapa contoh di antaranya adalah logam berat, steroid sintetis, atau zat kimia farmasi yang seharusnya tidak terdapat dalam jamu. Cara mengecek nomor registrasi BPOM sangat mudah:

  1. Buka situs resmi cekbpom.pom.go.id.
  2. Masukkan nama produk atau nomor registrasi yang tercantum di kemasan.
  3. Pastikan hasil pencarian mencocokkan nama, komposisi, dan bentuk sediaan produk.

Jika produk tidak ditemukan, bisa jadi belum terdaftar secara resmi atau menggunakan izin palsu. Jamu yang tidak terdaftar BPOM berisiko mengandung bahan kimia obat (BKO) tersembunyi yang bisa membahayakan kesehatan.

2. Waspadai klaim yang berlebihan

Salah satu tanda jamu yang kurang terpercaya adalah klaim berlebihan yang terdengar terlalu indah untuk menjadi kenyataan. Klaim seperti ini biasanya tidak disertai dengan dasar ilmiah dan hanya bertujuan menarik pembeli tanpa mempertimbangkan efek jangka panjang.

Penting untuk Mama dan Papa ketahui bahwa keberhasilan promil dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti gaya hidup, kondisi kesehatan pasangan, usia, hingga faktor medis lain yang tidak bisa diatasi hanya dengan konsumsi jamu semata.

Jamu yang baik akan mencantumkan dosis yang wajar, komposisi lengkap, petunjuk pemakaian yang jelas, dan tidak menjanjikan hasil instan. Selain itu, produk yang kredibel biasanya juga mencantumkan nama produsen dan alamat lengkap, masa kedaluwarsa, tanggal produksi, dan informasi efek samping atau peringatan bagi kondisi medis tertentu.

3. Hindari produk "jamu oplosan" atau ilegal

Banyak laporan mengenai produk jamu yang secara diam-diam dicampur dengan obat kuat kimia seperti sildenafil atau tadalafil (bahan dalam Viagra) untuk memberikan efek instan. Padahal, penggunaan bahan kimia ini tanpa resep dokter bisa menyebabkan gangguan jantung, tekanan darah turun drastis, hingga gagal organ.

BPOM juga sering mengumumkan daftar produk jamu ilegal yang disita karena terbukti mengandung BKO. Salah satu contoh adalah jamu dalam kemasan yang mengklaim “obat kuat tahan lama” atau “suplemen pria perkasa” tapi tidak mencantumkan kandungan yang jelas.

Untuk itu, Papa dan Mama perlu lebih waspada dan tidak tergoda harga murah atau testimoni bombastis yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Selalu utamakan keamanan dan legalitas produk di atas janji hasil instan, ya!

4. Sertifikasi tambahan

Beberapa produk jamu modern yang berkualitas tinggi juga dilengkapi dengan sertifikasi tambahan seperti sertifikat Halal MUI, ISO untuk pengolahan pabrik atau sertifikat Organik atau Non-GMO. Meskipun tidak wajib, keberadaan sertifikasi ini bisa menjadi nilai tambah yang menandakan bahwa produsen serius dalam menjaga kualitas dan keamanan produknya.

5. Beli dari sumber terpercaya

Selain mengecek BPOM, pastikan untuk membeli produk dari apotek resmi, marketplace terpercaya dengan label “Toko Resmi”, atau situs produsen herbal yang memiliki kontak, alamat jelas, dan legalitas.

Hindari membeli jamu dari media sosial pribadi, reseller tanpa izin, atau “jamu racikan” yang tidak memiliki izin edar. Meski terlihat alami, produk-produk ini bisa berisiko karena tidak melewati pengawasan mutu.

Jika masih ragu, Papa dan Mama bisa berkonsultasi dengan apoteker atau dokter spesialis andrologi sebelum mulai mengonsumsi produk herbal tertentu. Informasikan juga terkait kondisi kesehatan dan obat rutin yang dikonsumsi.

Apabila Papa dan Mama membutuhkan insight lain seputar program hamil, langsung gabung ke komunitas HalloBumil untuk saling bertukar pengalaman dan tanya jawab soal jamu kesuburan pria.

Jangan lewatkan juga berbaga webinar kesehatan eksklusif dari HalloBumil untuk mendapatkan informasi terkait meningkatkan peluang hamil alami. Yuk, pakai aplikasi HalloBumil biar makin siap menjalani promil dan gunakan kalkulator kesuburan untuk mengetahui masa subur Mama secara akurat dan mudah.

Baca lewat aplikasi lebih mudah loh, Ma
Dari artikel kehamilan hingga parenting, semua ada di aplikasi Hallo Bumil. Yuk, Download Ma
1
0
Bagikan
Facebook
Twitter
WA

Saling Dukung dan Berbagi Cerita di Komunitas Program Hamil

Gabung komunitas Hallobumil dan temukan support, edukasi dan inspirasi di setiap langkah perjuanganmu
image